<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Firaun Kafir Atas Kehendak Tuhan</title>
	<atom:link href="http://basibasa.wordpress.com/religi/firaun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://basibasa.wordpress.com</link>
	<description>Bukan Basa Yang Telah Basi</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Oct 2008 14:16:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: bimbang</title>
		<link>http://basibasa.wordpress.com/religi/firaun/#comment-2</link>
		<dc:creator>bimbang</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 05:47:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://basibasa.wordpress.com/religi/firaun/#comment-2</guid>
		<description>tiap saya baca lagi ayat-ayat di Al-Qur’an tentang dialog Firaun dengan Musa AS. pertanyaan muncul dibenak saya, kenapa segala perkataan Musa AS tidak dibantah Firaun mentah-mentah, atau tanpa basa-basi Firaun langsung membunuh Musa AS saja? bukankah begitu yang seharusnya dilakukan orang jahat? tapi penjelasan/perkataan Musa selalu “ditangkap esensinya” oleh Firaun, kemudian diserahkan kembali kebada rakyatnya, misal: “jadi siapakah tuhanmu itu wahai musa, terangkanlah pada kami (rakyat)”. yang saya tangkap dari pergulatan mereka itu seperti sedang bermain sandiwara. seperti sama-sama utusan namun Firaun dengan peran “jahat” antagonis, dan Musa AS dengan peran “baik” protagonis. penontonnya adalah rakyat luas dan sejarah. bagi saya mereka seperti bapak dan anak yang sedang merencanakan suatu misi baik-baik yang sama. yaitu mengembalikan rakyat luas kepada Allah SWT. walahualam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tiap saya baca lagi ayat-ayat di Al-Qur’an tentang dialog Firaun dengan Musa AS. pertanyaan muncul dibenak saya, kenapa segala perkataan Musa AS tidak dibantah Firaun mentah-mentah, atau tanpa basa-basi Firaun langsung membunuh Musa AS saja? bukankah begitu yang seharusnya dilakukan orang jahat? tapi penjelasan/perkataan Musa selalu “ditangkap esensinya” oleh Firaun, kemudian diserahkan kembali kebada rakyatnya, misal: “jadi siapakah tuhanmu itu wahai musa, terangkanlah pada kami (rakyat)”. yang saya tangkap dari pergulatan mereka itu seperti sedang bermain sandiwara. seperti sama-sama utusan namun Firaun dengan peran “jahat” antagonis, dan Musa AS dengan peran “baik” protagonis. penontonnya adalah rakyat luas dan sejarah. bagi saya mereka seperti bapak dan anak yang sedang merencanakan suatu misi baik-baik yang sama. yaitu mengembalikan rakyat luas kepada Allah SWT. walahualam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
