Untuk Adik-adikku (Ketimpangan itu Nyata)

10 01 2008

Adikku

Janganlah kamu merasa iri

Jika rumah kontrakan yang kamu bayar dengan uang yang kamu kumpulkan dari gaji bulanan kamu, tidaklah cukup kalau digunakan sebagai garasi untuk menampung kendaraan pribadi mereka.

Dan kamu, adikku

Janganlah kamu merasa marah

Jika kamu keseruduk bajaj dan kamu harus mengantri administrasi serta dokter yang hanya memberimu obatmerah dan sekedar kain perban, sementara jika lengan mereka bentol digigit nyamuk saja para kru rumah sakit dengan sigap melayani tanpa basa-basi.

Janganlah kamu merasa sedih

Jika bapak mereka yang hanya dengan mengangguk saja mampu membelikan mobil baru buat mereka, padahal untuk mengganti sepatu sekolah kamu yang rusak saja bapak kita harus sering-sering kerja lembur.

Janganlah kamu berkecil hati

Jika SPP bulan ini belum bisa dibayarkan lantaran kita harus mengutamakan membayar biaya berobat ibu kita yang mulai sakit-sakitan. Padahal uang jajan mereka satu hari saja cukup untuk biaya sekolahmu satu tahun.

Adik-adikku,

Ketimpangan itu sangatlah nyata. Begitu nyatanya hingga kita kadang mempertanyakan takdir kita. Tapi janganlah sampai itu menjauhkan kita dariNya.

Adik-adikku,

Janganlah kamu merasa rendah diri
Karena posisi kita sama di mata ilahi.